Home Berita Menteri Sosial Juliari Resmi Ditahan KPK Korupsi Bansos

Menteri Sosial Juliari Resmi Ditahan KPK Korupsi Bansos

0
Menteri Sosial Juliari Resmi Ditahan KPK Korupsi Bansos

KADINBANDUNG.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara. Dia merupakan tersangka kasus dugaan korupsi penerimaan hadiah kepada penyelenggara negara terkait bansos sembako covid-19 di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sejak Juli 2020.

“Ditahan selama 20 hari,” kata Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Minggu (6/12/2020).

Menteri Sosial Juliari ditahan sejak 6 Desember hingga 25 Desember 2020. Akan mendekam di rumah tahanan (rutan) negara KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur, Jakarta Selatan.

KPK juga menahan pejabat pembuat komitmen (PPK) Adi Wahyono dalam kurun waktu periode penahanan yang sama. Dia ditahan di rutan Polres Jakarta pusat.

Keduanya juga akan diisolasi mandiri selama 14 hari di Rutan Cabang KPK pada Gedung ACLC KPK di Kavling C1. Hal ini untuk pencegahan penularan virus korona (covid-19).

Juliari sempat buron. Dia datang sendiri dengan jaket dan topi hitam ke markas KPK sekitar 30 menit usai ditetapkan tersangka pada pukul 02.50 WIB, Minggu, 6 Desember 2020.

Sedangkan Adi tiba di KPK pukul 09.00 WIB atau 11 jam setelah dinyatakan tersangka oleh KPK. Keduanya diperiksa intensif oleh penyidik.

Menteri Sosial Juliari Resmi Ditahan KPK Korupsi Bansos (Foto: Asep Ruslan)

Juliari ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bansos sembako covid-19 di Jabodetabek pada 2020. Dirinya disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Pengungkapan kasus korupsi terkait bansos Covid-19 di Kementrian Sosial berawal atas adanya operasi tangkap tangan atau OTT terhadap enam orang. Beberapa di antaranya merupakan pejabat di Kementerian Sosial.

Keenam orang tersebut, yakni Matheus Joko Santoso alias MAS selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kementrian Sosial, Wan Guntar alias WG selaku Direktur PT. Tiga Pilar Agro Utama, Ardian I M alias AIM selaku pihak swasta, Harry Sidabuke alias HS selaku pihak swasta, Shelvy N alias SN selaku Sekretaris di Kementerian Sosial, dan Sanjaya alias SJY selaku pihak swasta. Mereka terjaring OTT KPK di beberapa wilayah di Jakarta pada Sabtu (5/12/2020) sekitar pukul 02.00 WIB.

Penyidik KPK kemudian menetapkan lima orang sebagai tersangka. Tiga tersangka selaku penerima dan dua sebagai pemberi suap.

Mensos Juliari P. Batubara, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan, dua tersangka lainnya selaku pemberi suap, yakni Ardian I M dan Harry Sidabuke.

Kasus ini menjerat empat tersangka lain, yakni dua pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, serta pihak swasta Ardian IM dan Harry Sidabuke.

Matheus dan Adi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara itu, Ardian IM dan Harry Sidabuke disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kongkalikong mereka diduga membuat Juliari menerima Rp17 miliar dari dua periode pengadaan bansos sembako. Kasus ini terungkap bermula dari penangkapan Matheus. KPK mengendus adanya pemberian uang dari para tersangka dan sejumlah pihak, salah satunya kepada Juliari.

Penyerahan uang dilakukan pada Sabtu (5/12/2020) dini hari. Fulus Rp14,5 miliar dari Ardian dan Harry itu disimpan dalam tujuh koper, tiga tas ransel dan amplop kecil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here