Home Berita KOLABORASI KADIN KOTA BANDUNG DENGAN BANK MANDIRI DUKUNG PENGEMBANGAN UMKM MELALUI PEMBIAYAAN KUR

KOLABORASI KADIN KOTA BANDUNG DENGAN BANK MANDIRI DUKUNG PENGEMBANGAN UMKM MELALUI PEMBIAYAAN KUR

0
KOLABORASI KADIN KOTA BANDUNG DENGAN BANK MANDIRI DUKUNG PENGEMBANGAN UMKM MELALUI PEMBIAYAAN KUR

KADINBANDUNG.COM – Senin,  24 Oktober 2021, Kadin Kota Bandung bersama PT. Bank Mandiri berkolaborasi dalam program “Coffee Monday” untuk terus berkomitmen meningkatkan pengembangan Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) dalam upaya mendorong  pemulihan ekonomi di Kota Bandung.

Program  “Coffee Monday” Kadin Kota Bandung yang didukung oleh PT. Bank Mandiri tersebut kembali hadir untuk memberikan sarana konsultasi, diskusi dan sharing  bagi pelaku UMKM,  berlangsung di Aula Graha Kadin Kota, Jalan Talaga Bodas No. 31 Kota Bandung, secara offline dengan menjaga protokol kesehatan.

Acara dengan tema “Coffee Monday Is Back” tersebut dibuka oleh Ketua Kadin Kota Bandung, Ir. Iwa Gartiwa, MM., dihadiri pula oleh Perwakilan dari Bank Mandiri, Diah, Diana dan Tomi sebagai Tim narasumber Bank Mandiri, Wakil Ketua Kadin Kota Bandung Bidang UMKM dan Kemitraan, Bambang Tris Bintoro, Komite Tetap Waralaba dan Kemitraan, Bhakti Desta Alamsyah, serta diikuti oleh 35 peserta dari UMKM yang bergerak di bidang usaha Food and Baverage (B&F)/Kuliner, Fashion, Craft dan Jasa.

Iwa Gartiwa sebagai Keynote Speaker dalam acara tersebut mengatakan bahwa  program kegiatan “Coffee Monday” ini merupakan upaya Kadin Kota Bandung sebagai wadah dunia usaha, dengan memperkuat kolaborasi dan sinergi dengan PT.  Bank Mandiri  dalam mengembangkan UMKM terutama untuk akses permodalan yang merupakan masalah klasik bagi umumnya para pelaku UMKM, apalagi UMKM menjadi salah satu yang terdampak cukup besar dengan adanya pandemi Covid-19 selama ini.  

Kadin Kota Bandung yang saat ini juga diamanahi sebagai Wakil Ketua Pelaksana Satgas Pemulihan Ekonomi Kota Bandung pada masa pandemi covid-19 dimana saat ini Kota Bandung sudah menjadi zone level 2 berkomitmen untuk terus memfasilitasi pengembangan komunitas UMKM berbasis digital, memperluas akses pembiayaan UMKM, melakukan pembinaan dan pendampingan salah diantaranya juga bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi  dan SMK Negeri 3 Bandung untuk program “SMK Sahabat UMKM“, katanya.

Selanjutnya terkait pengembangan UMKM, Iwa mengatakan perlu terus dilakukan pembinaan dan edukasi sehingga bisa meningkatkan kualitas produk dan jangkauan pemasaran yang lebih luas.  UMKM harus terus meningkatkan networking dengan silaturahmi dan masuk dalam komunitas-komunitas pengusaha agar usaha UMKM  bisa naik kelas.  Khusus untuk pengusaha di bidang makanan, Iwa Gartiwa juga menyarankan kepada UMKM agar memperhatikan masalah PIRT dan kemasan, bisa berkonsultasi ke Kadin Kota Bandung dan bagi UMKM yang belum menjadi anggota Kadin Kota Bandung bisa menghubungi Nonon Lusianawaty di bagian KBBC (Kadin Bandung Bisnis Center) untuk mendaftarkan usahanya dan akan memperoleh KTA Kadin Kota Bandun.

Sementara itu Diah dari Bank Mandiri mengatakan akan terus meningkatkan pembiayaan kepada UMKM melalui berbagai program dari Bank Mandiri, salah satunya adalah Program Usaha Rakyat (KUR) Bank Mandiri.  Dikatannya Program KUR ini merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan akses pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang disalurkan melalui lembaga keuangan dengan pola penjaminan.  Program ini ditujukan untuk memperkuat kemampuan permodalan usaha dalam rangka pelaksanaan kebijakan percepatan pengembangan sektor riil dan pemberdayaan UMKM, ujarnya.

Lebih lanjut Diah mengatakan dana yang disediakan berupa dana keperluan modal kerja serta investasi yang disalurkan kepada UMKM individu/perseorangan, badan usaha dan/atau kelompok usaha yang memiliki usaha produktif dan layak namun belum memiliki

Narasumber lainnya dari Bank Mandiri, Tomi memberikan penjelasan bahwa Bank Mandiri memiliki 4 jenis KUR.  Pertama, KUR  Mikro, yakni pembiayaan dengan limit maksimal sebesar Rp 25 juta per debitur dan jangka waktu maksimal 2 tahun.  Kemudian KUR Ritel, dengan limit kredit  diatas Rp 25 juta sampai dengan maksimal Rp 200 juta per debitur dan jangka waktu maksimal 3 tahun untuk kredit modal kerja  dan 5 tahun untuk kredit investasi.  Selanjutnya KUR Penempatan TKI, dengan limit kredit maksimal sampai dengan Rp 25 juta per debitur dengan jangka waktu disesuaikan dengan masa kontrak kerja atau maksimal 12 bulan. Terakhir Bank Mandiri memiliki KUR Khusus, dengan limit di atas Rp 25 juta sampai dengan Rp 500 juta diberikan kepada kelompok yang dikelola secara bersama dalam bentuk cluster dengan menggunakan Mitra Usaha untuk komoditas perkebunan rakyat dan peternakan rakyat serta perikanan rakyat,  adapun suku bungan KUR Bank Mandiri efektif 6 persen per tahunnya, jelasnya.

Selanjutnya Direktur Eksekutif Kota Bandung, Ridwan Kurniawan sebagai pembawa acara Coffee Monday ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyan kepada para narasumber. 

Lantas bagaimana syarat dan cara mengajukan KUR Bank Mandiri seperti pertanyaan yang diajukan oleh salah seorang peserta acara Coffee Monday. 

Menjawab pertanyaan yang diajukan peserta tersebut, Tomi menjelaskan bahwa syarat mengajukan KUR Mikro dan Ritel adalah Calon debitur/debitur tidak memiliki kredit, calon penerima KUR Mikro dan Kecil dapat sedang menerima kredit/pembiayaan yaitu KUR pada penyalur yang sama, kredit kepemilikan rumah, kredit/leasing kendaraan bermotor, kartu kredit, dan resi gudang dengan kolektabilitas lancar. Kemudian dalam hal calon debitur/debitur masih memiliki debet kredit produktif dan/atau kredit program di luar KUR tetapi yang bersangkutan telah melunasinya, maka diperlukan surat keterangan lunas / roya dengan lampiran cetakan rekening koran dari Bank sebelumnya.  Selanjutnya tidak masuk daftara hitam nasional penarik cek dan/atau bilyet giro kosong, juga usia debitur minimal 21 tahun atau sudah menikah dan saat kredit lunas usia maksimal 60 tahun, dan mempunyai usaha produktif dan layak yan telah erjalan 6 bulan.

Sedangkan syarat untuk mengajukan KUR penempatan TKI adalah berusia minimal 21 tahun, calon TKI dimungkinkan berusia minimal 18 tahun, namun harus menyerahkan surat ijin dari suami/istri/orangtua/wali untuk bekerja di luar negeri. Berdasarkan ID-Bank Indonesia, calon debitur/debitur tidak memiliki kredit atau mempunyai kredit dengan kolektibilitas seluruhnya lancar dan tidak masuk daftar hitam nasional penarik cek dan/atau bilyet giro kosong.  Kemudian memiliki perjanjian kerja/kontrak kerja minimal 2 tahun dengan pengguna bagi TKI yang ditempatkan oleh PPTKIS, pemerintah, atau TKI yang bekerja secara perorangan, ujarnya. Adapun cara mengajukan KUR Mandiri bisa ke kantor cabang Bank Mandiri dengan membawa persyaratan andimistrasi dan persyaratan lainnya sesuai ketentuan, ujarnya.

Di bagian akhir Diana dari Bank Mandiri  menyampaikan tentang metode pembayaran Quick Respone Code (QRCode), yang merupakan kemudahan dari Bank Mandiri untuk metode pembayaran – uang elektronik server instan, dimana semula transaksi semua berupa pembayaran tunai, sekarang beralih ke Non Tunai, sejalan dengan Gerakan Nasional Non Tunai.  Diana menyarankan UMKM untuk beralih ke sistem pembayaran Non Tunai agar traksaksi aman, dan karena saat ini pandemi Covid-19 masih ada, untuk mengurangi resiko ( risk handling), bisa menggunakan aplikasi dari Bank Mandiri New Livin By Mandiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here