Home Berita KETUA KADIN KOTA BANDUNG BUKA WORKSHOP “BUSINESS PLAN BAGI PELAKU UMKM DI KOTA BANDUNG”

KETUA KADIN KOTA BANDUNG BUKA WORKSHOP “BUSINESS PLAN BAGI PELAKU UMKM DI KOTA BANDUNG”

0

30 UMKM DI KOTA BANDUNG IKUTI WORKSHOP BUSINESS PLAN YANG DIADAKAN OLEH KADIN KOTA BANDUNG DENGAN DINAS KUKM KOTA BANDUNG

15 Desember 2021


30 UMKM DI KOTA BANDUNG IKUTI WORKSHOP BUSINESS PLAN YANG DIADAKAN OLEH KADIN KOTA BANDUNG

KADINBANDUNG.COM – Program kerjasama antara Kadin Kota Bandung dengan Dinas KUKM Kota Bandung berupa Workshop Business Plan Bagi Pelaku UMKM Di Kota Bandung kembali digelar pada hari Rabu, 15 Desember 2021, mengambil tempat di Aula Graha Kadin Kota Bandung, Jalan Talaga Bodas No. 31 Kota Bandung.

Ketua Kadin Kota Bandung Ir. Iwa Gartiwa, MM. berkesempatan membuka workshop dengan tema “Business Plan Bagi Pelaku Usaha di Kota Bandung” yang yang dihadiri pula oleh Nuri Nuraeni, SE. Kasie Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas KUKM Kota Bandung . Hadir sebagai narasumber dari Kadin Kota Bandung, Bambang Tris Bintoro

Ketua Kadin Kota Bandung Ir. Iwa Gartiwa, MM. berkesempatan membuka workshop dengan tema “Business Plan Bagi Pelaku Usaha di Kota Bandung”  yang yang dihadiri pula oleh Nuri Nuraeni, SE. Kasie Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas KUKM Kota Bandung , dan Nining Daningsih, Kasie   Pengembangan Usaha Dinas KUMKM Kota Bandung.  Hadir sebagai narasumber dari Kadin Kota Bandung, Bambang Tris Bintoro dan  Bhakti Desta Alamsyah dengan materi tentang Business Plan dan  Ferdi Kandiarsyah, Social Media Strategist di Geoff Max Footwear yang memaparkan tentang Pengelolaan Media Social, dipandu oleh Ridwan Kurniawan, Direktur Eksekutif Kadin Kota Bandung.

Dalam sambutannya Ir. Iwa Gartiwa menyelipkan do’a bersama atas meninggalnya WalikotaBandung Oded M Danial pada Jum’at, 10 Desember 2021 lalu, Iwa Gartiwa mengatakan bahwa  seminggu sebelumnya Alm. Oded M Danial sempat memimpin acara pelantikan dimana Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bandung, Otoritas  Jasa  Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI), serta stakeholder lainnya sebagai  Tim  mengenai bagaimana instrument pembiayaan untuk para pengusaha UMKM di Kota Bandung, sehingga ketua Kadin Kota Bandung ini merasa terkejut, kehilangan dan berbela sungkawa yang sebesar-besarnya atas berpulangnya Walikota Bandung Oded M Danial ke Rahmatullah.

Dalam sambutannya juga Iwa Gartiwa mengajak para pelaku UKM untuk terus belajar, harus semangat, dan optimis dalam melakukan usaha “Jika kita mengikuti pelatihan jangan berfikir kita mempunyai ilmu, kosongkan fikiran” ujar Ketua Kadin Kota Bandung tersebut. Ia juga mengatakan bahwa banyak sisi positif dalam mengikuti pelatihan diantaranya, mendapatkan kenalan baru, relasi baru dan networking. Selain itu ia selalu mengingatkankan kepada para pelaku usaha bahwa instrument keuangan itu merupakan aspek yang terakhir, jadi jika mempunyai usaha lebih baik berkolaborasi bersama dulu agar usahanya maju. Ia menegaskan bahwa investor dasarnya dari Business Plan. Terakhir, Ketua Kadin Kota Bandung Ir. Iwa Gartiwa berterimakasih kepada Nuri Nueraeni, SE. Kasie Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas KUKM Kota Bandung atas kolaborasinya bersama Kadin Kota Bandung dan Kedepannya di 2022  mengatakan akan memaksimalkan dan mengoptimalkan Kabid – Kabid ekonomi Kecamatan.

Nuri Nueraeni, SE. Kasie Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas KUKM Kota Bandung, dalam sambutannya ia mengatakan bahwa Dinas KUKM Kota Bandung dan Kadin Kota Bandung akan selalu terikat dan berkolaborasi untuk mengembangkan perekonomian di Kota Bandung. Ia juga mengatakan bahwa melakukan suatu usaha harus mempuyai manajemen bisinis yang baik, maka dari itu Dinas KUKM bersama Kadin akan berupaya untuk membantu apapun yang diperlukan untuk memajukan pelaku usaha/UMKM di Kota Bandung, mulai dari pemasarannya, akses pembiayaan, dll. Tidak lupa Kasie Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas KUKM Kota Bandung ini mengingatkan bahwa di tahun 2022 akan diadakan Kembali pendampingan di setiap kecamatan dan nantinya pelaku usaha yang mengikuti pendampingan ini akan di fasilitasi dan di dampingi untuk membuat perizinan, business plan, laporan keuangan, dll, tergantung kepada kebutuhan dan permasalahan pada pelaku usaha tersebut. Selain itu di setiap kecamatan Hanya 25 orang yang di dampingi untuk usahanya di kembangkan selama 8 bulan dengan target omset harus naik dari sebelumnya, maka pelaku usaha yang akan mengikuti pendampingan ini diingatkan untuk segera melengkapi perizinan.

Pembahasan mengenai Business Plan dimana Wakil Ketua Bidang Koperasi, UMKM dan Kemitraan Kadin Kota Bandung sekaligus pemilik berbagai usaha ritel, kuliner, dsb, Bambang Tris Bintoro sebagai narasumber menjelaskan pentingnya business plan dalam melakukan usaha, Ada 4 Aspek penting di dalam Business Plan, yaitu : Pemasaran, Manajemen produksi, Manajemen Finansial, Manajemen Distribusi. Dijelaskan juga bagaimana pentingnya Strategi pemasaran di dalam business plan itu sendiri. Strategi pemasaran yang dipakai yaitu 7P, diantaranya : Price (Harga), Product (Produk), Place (Tempat), Promotion (Promosi), People (Orang), Packaging (Kemasan),Process (proses). Bambang Tris Bintoro juga menjelaskan bahwa perubahan dunia bisnis saat ini sangat cepat dibarengi dengan digitalisasi, persaingan bisnis juga semakin cepat bahkan saat ini UKM berdampingan dengan perusahaan besar adalah suatu yang lumrah dan sangat di dukung untuk perkembangan perekonomian dan UMKM. ”Sekarang sudah bukan zamannya menciptakan pasar, sekarang zamannya kita merebut pasar” ujar Bambang Tris Bintoro, sebagai contoh kreatifitas cerdas milenial dalam dunia bisnis di  Kota Bandung yang merubah tempat angker menjadi tempat kumpul (kuliner/fashion) yang menghasilkan. Narasumber juga dalam penyampaian materinya memberikan beberapa studi kasus dan gambaran pendapatan dari UMKM. Terakhir ia juga menegaskan bahwa dalam melakukan suatu usaha target dan segmen pasar harus tepat.

Selanjutnya dalam pengoptimalisasian social media bagi UKM Ferdi Kandiarsyah, Social Media Strategist di Geoff Max Footwear sebagai narasumber yang memaparkan tentang “Mengelola Konten Instagram Untuk Brand Lokal”. Mengambil contoh kasus Geoff Maxx, Dalam penyampaiannya Ferdi Kandiarsyah menjelaskan pentingnya perencanaan konten, brand value, pengategorian konten, penjadwalan konten, evaluasi konten, dalam social media khususnya Instagram agar menarik banyak pelanggan. Ia juga mengatakan agar postingan tidak membosankan harus kreatif dan inovatif serta harus banyak berinteraksi dengan followers dengan cara membuat giveaway dan selalu aktif di Instagram strory, selain itu juga tidak selalu harus memposting produk, buatlah kategori konten lain untuk membuat followers tidak bosan dengan konten.

Peminpin Redaksi : Ridwan Kurniawan
Editor : Hendra Saogi
Penulis : Elin Windarti
Photografher : Intan Devriani Candrawulan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here