Home Berita PERAN SERTA KADIN KOTA BANDUNG DAN UNIVERSITAS WIDYATAMA DALAM MEMBENTUK SDM UMKM BERKARAKTER TECHNOPRENEURSHIP YANG BERDAYA SAING DI PASAR GLOBAL MELALUI DIGITAL MARKETING

PERAN SERTA KADIN KOTA BANDUNG DAN UNIVERSITAS WIDYATAMA DALAM MEMBENTUK SDM UMKM BERKARAKTER TECHNOPRENEURSHIP YANG BERDAYA SAING DI PASAR GLOBAL MELALUI DIGITAL MARKETING

0

UMKM DITUNTUT MASUK KE DUNIA DIGITAL, DUNIA GLOBAL DAN DUNIA GENERALISASI

Acara dibuka oleh Ketua Kadin Kota Bandung, Ir. Iwa Gartiwa, MM. yang dihadiri oleh Dr. Yusuf S.Sos., M.M selaku Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Widyatama, Dr. Nurul Hermina, SE., MM. selaku Ketua Program Magister Manajeman Sekolah Pasca sarjana Universitas Widyatama, Dr. Nina Nurani, SH., MSi., CPHCM., selaku Ketua Program Pengabdian Kepada Masyarakat  Univesitas Widyatama, serta sejumlah dosen dari Universita Widyatama, Wakil Ketua Bidang UMKM Kadin Kota Bandung, Bambang Tris Bintoro dan Ridwan Kurniawan selaku Direktur Eksekutif Kadin Kota Bandung.

23 Desember 2021


KADINBANDUNG.COM – Di era revolusi 4.0 saat ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat memudahkan proses bisnis namun disisi lain  juga menimbulkan persaingan ketat, khiususnya persaingan global.   Dalam menghadapi tantangan tersebut, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perlu meningkatkan kewirausahaannya dengan berbasis teknologi ((technopreuneurship) sebagai upaya peningkatan daya saing produk yang tidak hanya unggul bersaing dalam pasar lokal namun juga internasional (global). Berkaitan dengan hal tersebut, pada Kamis (23/12/2021) Kadin Kota Bandung berkolaborasi dengan Universitas Widyatama mengadakan Pelatihan dan Penyuluhan sebagai salah satu bentuk program pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Managemen Sekolah Pascasarjana Universitas Widytama bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bandung dengan tema “Penguatan SDM Berkarakter Technopreneurship Yang Berdaya Saing di Pasar Global Melalui Digital Marketing”, bertempat di Aula Lt. 1 Graha Kadin Kota Bandung, Jalan Talaga Bodas No. 31 Kota Bandung.

Acara dibuka oleh Ketua Kadin Kota Bandung, Ir. Iwa Gartiwa, MM. yang dihadiri oleh Dr. Yusuf S.Sos., M.M selaku Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Widyatama, Dr. Nurul Hermina, SE., MM. selaku Ketua Program Magister Manajeman Sekolah Pasca sarjana Universitas Widyatama, Dr. Nina Nurani, SH., MSi., CPHCM., selaku Ketua Program Pengabdian Kepada Masyarakat  Univesitas Widyatama, serta sejumlah dosen dari Universita Widyatama, Wakil Ketua Bidang UMKM Kadin Kota Bandung, Bambang Tris Bintoro dan Ridwan Kurniawan selaku Direktur Eksekutif Kadin Kota Bandung.

Pelatihan dan Penyuluhan ini diikuti oleh 40 peserta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Binaan Kadin Kota Bandung yang bergerak dalam bidang usaha fashion, kuliner, Handycraf serta perdagangan dan Jasa.  Menghadirkan Narasumber Dr. Feri Sulianta, ST.,MT., MOS, MTA,CPC, CNNLP, CPRM , Dosen Universitas Widyatama dengan topik pembahasan tentang “Kiat-kiat Penggunaan Digital Marketing untuk Meningkatkan Penjualan”, serta Gazan Azka Ghafara, Owner CV. Zanana Indonesia, dengan topik “Kiat-kiat Keberhasilan Strategi Bisnis Untuk Meningkatkan Kinerja Bisnis”, dan Dr. Nina Nurani, SH., MSi., CPHCM., Dosen Univesitas Widyatama, yang mengangkat topik “Penguatan SDM Berkarakter dan Berdaya Saing”.  Sebagai Moderator Dr. Nurul Hermina, SE., MM.

Dalam sambutannya Iwa Gartiwa mengatakan bahwa dengan digital semuanya jadi memungkinkan, jadi KADIN akan selalu konsisten untuk membantu membina UMKM melalui pelatihan pelatihan maupun konsultasi secara langsung. Ia juga menceritakan bahwa dulu anggota KADIN hanya pengusaha-pengusaha besar, tetapi sekarang usaha mikropun diakomodir menjadi anggota KADIN. Perusahan-perusahaan besar yang aktif menjadi anggota diantaranya ada PT. LEN, PT.KAI, TELKOM, PINDAD dan PT. BIOFARMA. Dikatakannyadengan adanya kerjasama KADIN Kota Bandung dengan Universitas Widyatama ini Iwa Gartiwa berharap akan menambah wawasan yang lebih luas bagi para UMKM dan kedepannya semoga program kerjasama ini bisa terus intensif dilakukan.

 

Iwa Gartiwa juga merasa senang karena  Widyatama selama ini konsen kepada UMKM, dan dulunya pernah melakukan pendampingan kepada UMKM dalam pembuatan Website bagi UMKM, sudah 450 UMKM yang telah dibantu,  hal itu yang menjadikan Widyatama adalah universitas pertama yang bekerjasama dengan KADIN untuk dalam program pengabdian kepada masyarakat khususnya bagi UMKM.

Terakhir Iwa Gartiwa juga berharap kedepannya bisa bekerjasama kembali dengan Widyatama dan bisa mengirimkan narasumber bagi pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh Kadin Kota Bandung, seperti Business Plan, Digital Marketing, dan sebagainya yang rutin dilakukan Kadin Kota Bandung.

Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana Univeritas Widyatama, Yusuf dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan kolaborasi antara Kadin Kota Bandung dengan Universitas Widyatama ini diharapkan tidak sebatas hari ini  saja, tapi akan berkelanjutan dalam rangka memberikan solusi bagi UMKM dengan melibatkan para narasumber, dan kita akan terus berkolaborasi, ucapnya.

Dikatakan oleh Yusuf, sekarang ini dunianya sudah dunia digital, globalisasi atau masuk kepada dunia generalisasi, semuanya sudah ada perubahan. UMKM harus sudah ikut ke era itu.  Di jaman sekarang orang sudah malah datang berbelanja ke pasar, tapi semuanya pesan-pesan melalui aplikasi berbasis digital. , oleh karenanya UMKM jujga dalm melaksanakan pemasaran usaha tradisional harus menggunakan teknologi digital ini,  mau tidak mau harus masuk, karena kalau tidak , maka kita akan tergilas bahkan terlewati, ujarnya. Bagaimana UMKM bisa masuk ke era digital tersebut, disinilah solusinya, dalam kegiatan bersama kolaborasi antara Kadin Kota Bandung dengan Universitas Widiyama inilah UMKM akan diberikan arahan oleh tim penyuluh atau narasumber dari Widytama dan Kadin, kemana kita bagusnya dalam berbisnis. Disinilah tempatnya berdiskusi dan disinilah tempatnya memberikan solusi bagi UMKM yang punya masalah dalam usahanya. Universitas Widyatama akan memberikan solusi dalam bidang keilmuannya buat UMKM, demikian pula dengan Kadin Kota Bandung, lanjut Yusuf.

Saat ini juga kita kenal dunia generalis, dimana generasi muda sekarang sedang giat-giatnya masuk ke dunia generalis untuk mencari hoki, latar belakang pendidikan atau profesi yang berbeda dengan bisnis yang digelutinya, semua tergantung hoki atau keberuntunga yang diberikan Tuhan.  Dengan adaya dunia generalis belium tentu bisa ekerja secara linier. Bagaimana bisa memasuki dunia generalis ini supaya bisa dapat hoki, disinilah tempatnya, mendapatkan ilmu berbisnis bergaul dengan komunitas-komunitas usaha dan ikut kegiatan-kegiatan seperti ini, ujuar Yusuf.  Di Kadin inilah sebagai rumah pengusaha untuk memberika solusi dalam usaha, nanti akan diberikan arahan oleh ahlinya, bahkan  dilengkapi dengan test psikologi, oleh karena itu datang ke Kadin untuk berkonsultasi, ucap Yusuf.

Selanjutnya Nina Nurani, Ketua program Pengabdian Kepada Masyarakat, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi peserta UMKM dan dapat meningkatkan kompetensi , wawasan, ilmu pengetahuan dan ilmu penerapan teknologi, berdaya saing domestik dan global, berstrategi dengan menggunakan teknologi digital marketing, dilandasi dengan nilai-nilai  sebagai entrepreneur dan technopreneur. Setelah kegiatan ini diharapkan dapat mendorong dan memotivasi penggiat UMKM untuk terus menngembangkan usahanya, dan mitra dengan Kadin Kota Bandung akan terus berkelanjutan karena program ini merupakan salah satu tugas perguruan tinggi wajib tiap semester.

Pada bagian pemaparan materi pelatihan Gazan Azka Gafara seorang praktisi bisnis menceritrakan pengalaman bisnisnya. Berawal dari tidak punya cita-cita jadi pengusaha, di usia 5 tahun bercita-cita beli chitato dan Mcd, lalu pernah bercita-cita menjadi artis, dan ingin bercita-cita jadi pengusaha setelah diberi buku tentang bisnis oleh ibu temannya, beberapa kali gagal dalam mencoba berbagai usaha, hingga akhirnya menjadi pengusaha keripik pisang yang sukses sampai manca negara.  Menurut Gazan kita bisa belajar dari siapapun. Kalau sudah dewasa ingin menjadi pengusaha harus belajar dari sekarang.  seperti dirinya berawal dari suka keripik pisang lampung, dan bingung membeli, sehingga perjalanan membuat usaha keripik pisang (Zanana) dari modal awal 50rb +1jt dari pinjaman, dengan melihat cara membuat keripik pisang di google

Sekitar 1,5 bulan memperbaiki rasa dari produk, di tahun Gazan 2014 membuat kemasan yang menarik, lalu mempunyai 400 reseller. kemudian  tahun2016 memenangkan kompetinsi dan 2017 kirim barang ke china, disusul ke negara negara lain.  Dengan modal ketekunan, doa orang tua insyaallah akan ada jalan dari allah, ungkapnya.

Menurut Gazan ada 5 tangga bisnis, yaitu STARTING (Mulai); PROFITING (Mendongkrak keuntungan); SYSTEMIZING (Membangun sistem); MULTIPLYING (Mengembangbiakkan); dan REAPING FREEDOM (Mencapai Kebebasan).

Dimulai dari tangga kita berada saat ini : Faktor bumi , yaitu Pengetahuan (ilmu), Keterampilan (jam terbang).  Kemudian Fator manusia, yaitu Ikhtiar (usaha), Mental, Sikap (attitude), Believe system.  Selanjutnya Faktor langit, yaitu kendali kita, ujar Gazan.

“Memulai bisnis perlu keberanian, namun untuk membesarkannya, perlu ketekunan dan keilmuan”, ujar Gazan pula.   Kesimpulan “Sadari bahwa apapun profesinya, ada harga yang harus dibayar agar sukses.  Semua orang hebat hari ini, dulunya amatir.  Nikmati perjalanan dan ambil hikmah dalam setiap kejadian.  Jika bisnis mentok, berarti ilmu dan iman (kapasitas) kita mentok. Segera ‘upgrade’!.  Fokus bertumbuh setiap hari, minimall 1% lebih baik dari hari kemarin, pungkas Gazan.

Sementara Materi Power Of Digital Marketing yang disampaikan oleh Narasumber Ferry, Direktur IT Universitas Widyatama  mengetengahkan tentang Kiat-kiat penggunaan Digital Marketing untuk meningkatkan Penjualan. Digital Marketing sendiri menurut Ferry adalah tindakan mempromosikan produk dan layanan menggunakan saluran distribusi digital sebagai alternatif daripada media tradisional.   Disebutkan oleh Ferry berdasarkan penelitian di Amerika 90% digital marketing cukup powerful.  Benefit dari Digital marketing dapat meningkatkan loyalitas pelanggan, mempunyai saluran utama yang konsisten, target audiensi yang tepat, memindai setiap tahap transaksi pelanggan, optimalisasi konversi yang lebih baik, pengukuran yang akurat, mendapatkan kredibilitas brand, pemasaran digital bisa sangat terjangkau, level playing field, dan aktivitas pemasaran digital terintegrasi

Sedangkan untuk kiat kiat  penguatan SDM berkarakter dan berdaya tahan technopreneurship, narasumber Nina Nurani diantaranya memaparkan tentang Entrepreneurial skill, UMKM harus mengerti marketing & selling, Informasi & teknologi, logika matematika & filsafat bisnis (kreatifitas), manajemen kualitas (ISO), manajemen keuangan & strategi dan HRD.

Disampaikan oleh Nina Nurani untuk  menjadi entrepreneur sukses harus mempunyai kemauan bekerja keras, mencapai tujuan dengan menggunakan orang lain, penampilan yang baik, keyakinan diri,  membuat keputusan , pendidikan, dorongan ambisi, pintar berkomunikasi.

Selanjutnya menurut Nina Nurani yang disebut dengann Technopreneurship adalah Pengusaha yang membangun bisnisnya berdasarkan kemampuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga menghasilkan produk hasil inovasi sendiri atau kelompok, memulai usaha kecil atau menengah, permodalan dimulai dari modal sendiri dan lingkungan terdekat, dan bisnis Teknologi.

Lebih lanjut nina mengatakan Entrepreneur adalah suatu kemampuan untuk mengelola sesuatu yang ada pada diri kita untuk dimanfaatkan agar lebih optimal, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup kita.  Entrepreneur harus memiliki 4 unsur pokok  yaitu Kemampuan (IQ & Skill), Keberania (EQ & Mental), Keteguhan Hati (Motivasi Diri) dan Kreativitas, ujarnya.

Terkhir dikatakan oleh Nina Nurani hal-hal yang harus dimiliki sebagai penguatan Entrepreneur :Pengetahuan (Knowledge), Kemampuan (Skill), Pengalaman (Experiences), Jaringan (networking), Informasi (Information), Sumber yang ada (sources) : uang, bakat, lingkungan, keluarga, Waktu (Time), Masa depan dan kesempatan (Future & Opportunity).   Adapun Karakteristik Entrepreuner adalah mempunyai Keinginan untuk berpestrasi, Keinginan untuk bertanggung jawab, Preferensi kepada resiko menengah, Preferensi kepada kemungkinan berhasil , Rangsangan untuk umpan balik, Aktivitas energik , Orientasi ke masa depan, Keterampilan dalam pengorganisasian,dan  Sikap terhadap uang, tuturnya.

Peminpin Redaksi : Ridwan Kurniawan
Editor : Hendra Saogi
Penulis : Elin Windarti
Photografher : Intan Devriani Candrawulan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here