Home Berita PERTEMUAN KADIN KOTA BANDUNG DENGAN BIDANG BUMN KADIN JAWA BARAT HARAPKAN SUATU KEBIJAKAN AGAR BUMN DAN ANAK PERUSAHAAN BUMN MENJADI ANGGOTA KADIN

PERTEMUAN KADIN KOTA BANDUNG DENGAN BIDANG BUMN KADIN JAWA BARAT HARAPKAN SUATU KEBIJAKAN AGAR BUMN DAN ANAK PERUSAHAAN BUMN MENJADI ANGGOTA KADIN

0

MASALAH KEANGGOTAAN, KOLABORASI DAN BUSINESS MATCHING MENJADI BAHASAN ANTARA KADIN KOTA BANDUNG DENGAN BIDANG BUMN KADIN JAWA BARAT


KADINBANDUNG.COM – Ketua Kadin Kota Bandung, Ir. Iwa  Gartiwa, MM. menyambut kunjungan Bidang BUMN Kadin Provinsi Jawa Barat pada Jumat (24/12/2021), yang terdiri dari Eris Sudarisman, Hadian, Pri Agung D. dan Yayan Rudiwan.   Didampingi oleh Tim dari Kadin Kota Bandung, Bammbang Tris Bintoro, Drs. H. Rustam Hutabarat, Mohamad Ilyas, ST.,MM.  dan Direktur Eksekutif Kota Bandung, Ridwan Kurniawan, pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Lt. 2 Graha Kadin Kota Bandung, Jalan Talaga Bodas No. 31 Kota Bandung.

Mengawali sambutannnya  Iwa  Gartiwa  mengatakan bahwa  Kepengurusan Kadin Kota Bandung untuk masa bakti 2021 – 2026 , baru dirinya selaku  Ketua Kadin Kota Bandung saja yang sudah dilantik, tapi rekan-rekan yang ikut mendampingi saya saat ini adalah calon-calon tetap Dewan Pengurus Kadin Kota Bandung masa bakti 2021-2026, demikian  tutur Iwa.

Selanjutnya Iwa mengatakan tertarik untuk bersinergi dengan Bidang BUMN Kadin Provinsi Jawa Bara, karena disana ada suatu potensi buat Kadin menegnai BUMN, dengan tujuan Kadin Kota Bandung  bisa memulai lagi kerjasama dengan pengusaha atau perusahaan besar  di Kota Bandung  secara maksimal.

Bicara tentang Kadin kota Bandung ada yang dinamakan dengan anggota, yang terdiri dari, Perusahaan Swasta, PKBL-PKBL/BUMN, koperasi dan UMKM.   BUMN seperti PT. Telkom, PT PINDAD, PT. LEN, PT. KAI sudah masuk menjadi anngota Kadi  Kota Bandung.  Dengan  adanya kunjungan dari Bidang BUMN Kadin Provinsi Jawa Barat  membahas bersama-sama agar harapannya bagaimana BUMN dan anak perusahaan BUMN ini bisa bergabung dengan Kadin, sebagai anggota Kadin, ujar Iwa Gartiwa.

Sementara itu Pengurus Kadin Jawa Barat dari Bidang Bidang BUMN yang diketuai oleh  Eris Sudarisman mengatakan bahwa dirinya selama 30 tahun berkecimpung di corporasi, yaitu di PT. Telkom, 6 tahun terakhir sebagai direksi  anak perusahaan PT Telkom, jadi sudah sangat memahami bagaimana suatu corporasi.  Beliau juga sebagai pengusaha Jahe.  Eris  selanjutnya memperkenalkan anggota yang lainnya yaitu Hadian terakhir sebagai  direktur utama yayasan dana pensiun PT. Telkom, dulu sama-sama direksi dan mempunyai usaha yang bergerak di bidang tambang .  Berikutnya adalan Pri Agung D., yang sangat akrab dengan dunia milenial,  karena 32 tahun beliau di PT. Telkom , di bidang internet of Tings (IoT), suatu konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dan konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus.  Terakhir adalah Yayan Rudiwan sebagai PAW Komite Tetap BUMN Kadi Jawa Barat , usahanya di bidang super agro, Eris Sudarisman.

Selanjutnya Eris Sudariswan mengatakan bahwa di kepengurusan Kadin Jawa Barat ini baru berumur satu tahun, dan selama satu tahun apa yang kita siapkan ini baru memplatform di tatanan konsep, strategi dimana Kadin dengan 3  pilarnya yaitu perusahaan swasta, BUMN dan koperasi. Dikatakan Eris, concern Bidang BUMN di tingkat Kadin provinsi Jabar ini adalah  3 hal,  pertama dalam masalah keanggotaan, dimana objeknya bagaimana setiap BUMN dan anak perusahaannya harus menjadi keanggotaan Kadin. Walaupun hal ini tidak mudah juga, karena sering dipertanyakan benefit apa yang diperoleh ketika masuk menjadi keanggotaan Kadin.  Ini merupakan tantangan sekaligus juga opportunity, ujar Eris.  Harapannya dalam pertemuan dengan Kadin Kota Bandung ini akan menambah vocabulary ketika kita diskusi dengan BUMN , ucap Eris.

Menurut Eris , Kadin Kota Bandung menjadi barometer bagi Kadin-kadin di daerah, dan positioning untuk eksekusi program-program itu ujung tombaknya ada di Kadinda, tinggal bagaimana Kadin Provinsi nanti mengcoaching, menstandarisasi, merevitalisasi, dan membangun role model bagi Kadinda-kadinda.   Hal kedua  adalah tentang kolaborasi, sebagai  actualisasi dari MoU antara BUMN dengan Ketua Kadin, pemberdayaan pengusaha daerah.   Dengan kolaborasi ini juga kita ingin meminimalisir  stigma bahwa Kadin itu hanya minta proyek.  kita harus memberikan satu opportunity kepada mereka bahwa ada yang bisa di kolaborasikan, lanjut Eris.

Hal ketiga yang menjadi program kita adalah Business Matching, kita bisa berkolaborasi dengan Kadin Kota Bandung untuk Business Matching ini dibawah payung kegiatan Kamis Manis Ngobrol Bisnis yang sudah dilakukan secara rutin tiap hari Kamis oleh Kadin Kota Bandung, nanti didalam acara itu ada business matchingnya, terang Eris.   Dikatakan Eris, ketika kita punya penajaman program itu terus Kadin Kota Bandung sudah melakukan, tinggal bagaimana menjadi role model untuk diverifikasi pada yang lain, ujar Eris.

Menurut Eris kita tidak banyak programnya hanya ada 3 saja , yaitu keanggotaan,  kolaborasi, dan  bisnis maching , kalau  lebih dari tiga mungkin tidak akan selesai dan tidak akan berjalan, lalu momentumnya bagus  walaupun belum ada direction dari Ketua Umum, ujar Eris.

“wake Up nya BUMN di kadin itu karena ada wakil menteri bumn, ini menjadi amunisi untuk mengakselerasi untuk program kita dengan bumn.  Untuk awal 2022 kita yang harus pro aktif, memohon ke wakil ketua umum bumn kadin dan sebagai wakil menteri bumn, untuk bisa direction nya dari beliau, kita memohon dengan harapan dmenjadi program utama kita.  kita tidak ingin menjadi eksekutor, kita ingin melakukan eksekusi bareng-bareng, berkolaborasi, tegas Eris.

Selanjutnya Eris mengungkapkan punya kejadian dahulu, saya kurang bersependapat kalau kadin provinsi menjadi eksekutor langsung sampai melakukan hal hal yang detail detail,  kita harus berfikir bagaimana strategi yang kita bangun untuk kepentingan jangka panjang, bagaimana investasi, kalau kita liat misalkan 387 triliun untuk pejabat utara dan selatan hampir 59% itu adalah kpbu, artinya sumber pendanaannya itu mengandalkan dari partner.  Ketika kita mau memulai 80% dari 387 triliun itu adalah investasi yang bukan APBD, ujar Eris.

Terakhir Eris menambhakan bahwa insyaallah kita dari bidang BUMN Kadin Jawa Barat ingin kolaborasi denganbumn,  harapannya kita ingin menjadi dirijen bersama kolaborator, eksekusinya tetap teman teman dari kadinda dan saya yakin kadinda lebih memahami situasi dan kondisi dan lebih punya experience, ujarnya.

Bambang Tris  Bintoro dari Kadin Kota Bandung mengatakan  dari Kemetrian BUMN bahwa UMKM sekarang sudah bisa menjadi mitra BUMN.  Kita punya list,  kira kira produk produk apa saja yang bisa disupply dari UMKM.  Misalnya dengan Pindad (kaitannya dengan alat alat persenjataan) ada beberapa komponen kecil yang bisa di produksi oleh temen temen UMKM, contohnya senter.  Disini harapannnya UMKM itu minimal merasakan untuk pengadaan beberapa komponen yang di butuhkan oleh BUMN.   Bumn dengan ribuan karyawannya mempunyai koperasi pegawai, Kadin Kota Bandung  berharap bagaimana produk produk dari umkm ini bisa masuk ke koperasi bumn yang jumlahnya ribuan, kita bisa mengadakan acara semacam Gathering, yang bisa menawarkan dan menjual produk UMKM, ujar Bintoro.

Direktur Kadin Kota Bandung membahas pertanyaan dari annggota yang sering mempertanyakan apa manfaatnya KTA kadin? Kalau untuk bumn beberapa yang sudah berjalan adalah keperluan mereka untuk tender mingguan di luar negeri,  termasuk juga pindad, sehingga Pindad menjadi anggota Kadin, untuk tender tender yang ada di skupnya bumn,untuk anak perusahaannya SDU itu PPKI yang straight , mereka mempersyaratkan untuk yang mau ikutan tender di PT. KAI, jelas Ridwan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here