Home Berita UNDANG DPD ASPERAPI JAWA BARAT DALAM DIALOG DAN DISKUSI KHUSUS, KADIN KOTA BANDUNG  COBA MENGURAI PERMASALAHAN  BISNIS MICE DI TENGAH PANDEMI COVID-19

UNDANG DPD ASPERAPI JAWA BARAT DALAM DIALOG DAN DISKUSI KHUSUS, KADIN KOTA BANDUNG  COBA MENGURAI PERMASALAHAN  BISNIS MICE DI TENGAH PANDEMI COVID-19

0

KADINBANDUNG.COM – Salah satu sektor pariwisata yang tidak luput dari dampak pandemi adalah sektor meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE).  Karena inti dari pariwisata dan sektor MICE itu adalah melakukan perjalanan dan pertemuan. Sementara, kedua hal itu saat pandemi ini disarankan untuk tidak dilakukan atau dibatasi oleh pemerintah.  Kebijakan pemerintah tersebut juga berdampak pada seluruh pihak yang terlibat dalam sektor MICE, seperti vendor pameran, pemilik venue, hotel, transportasi, dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang biasanya rutin melakukan pameranSejalan dengan itu dalam perkembangannya timbul beberapa isu yang melibatkan ASPERAPI DPD Jawa Barat dengan sebagian peserta pameran yang notabene adalah para pelaku usaha yang diantaranya merupakan UMKM mitra binaan KADIN Kota Bandung terkait keikutan sertaannya dalam berbagai even pameran yang belum diakomodir.

Untuk mengurai dan mendudukan permasalahan yang terjadi dan memberikan solusi sehingga keduabelah pihak dapat sama-sama diakomidir kepentingannya, maka Kadin Kota Bandung mengundang DPD ASPERAPI Jawa Barat untuk Diskusi Terkait Bisnis MICE Di Tengah Pandemi Covid-19  yang berlangsung pada hari Selasa (22/2/2022) di Ruang Rapat Lt. 2 Graha Kadin Kota Bandung, Jalan Talaga Bodas No. 31 Kota Bandung.

Pertemuan dihadiri oleh Ketua Kadin Kota Bandung, Ir. Iwa Gartiwa, MM. , Wakil Ketua Bidang Pariwisata Kadin Kota Bandung, Herwianto Muchtar, MBA., Drs. Ilwan Syahwildan, Leo Hermanto, Medi Wiryawan, Ridwan Kurnawan (Direktur Eksekutif Kadin Kota Bandung), dan Ketua DPD ASPERAPI Jawa Barat, Dede Koswara beserta sejumlah pengurus DPD ASPERAPI Jawa Barat, Hinhin H., Any Noor, Bagus Githa A.M., Deden S. Rahmat, Agus Suryani, Koswara dan Vienneta P.P.

Pada pertemuan diskusi tersebut Ketua Kadin Kota Bandung, Iwa Gartiwa mengatakan bahwa undangan KADIN ke ASPERAPI ini tidak terlepas dari ASPERASPI DPD Jawa Barat sebagai Anggota Luar Biasa KADIN, dari silaturahmi dan diskusi ini diharapkan bisa menyelesaikan permasalahan yang sedang merebak, ujar Iwa.

Bidang MICE sebagai bisnis yang terkena dampak pandemi Covid-19 cukup signifikan , Iwa mengatakan mudah-mudahan pandemi ini cepat berakhir, dan Iwa juga menyampaikan dari hasil pertemuannya dengan Pemerintah Daerah Kota Bandung kemarin, bahwa kita akan menjalani pandemi ini sampai minggu kedua bulan Maret 2022, setelahnya Insya Allah akan melandai, mudah-mudahan kegiatan-kegiatan usaha kita akan pulih kembali, itu harapan kita bersama, ucap Iwa.

Selanjutnya menurut Iwa Kota Bandung ini Ibukota Jawa Barat, tempatnya kegiatan-kegiatan terutama MICE yang bagus dan luar biasa , sehingga menyangkut adanya keluhan dari para peserta kegitan pameran yang juga sebagai mitra  binaan Kadin Kota Bandung, dari pemikiran kita bersama ingin bisa berkembang bersama agar diberi kesempatan yang sama.

Kita juga berharap Kadin dan juga ASPERAPI nanti bisa mengadakan even pameran bukan di Bandung saja, tapi bagaimana kita bisa ke luar Jawa terutama bagi para pelaku usaha dari Bandung bisa diikutkan, bahkan sampai ke luar negeri.   Yang kita harapkan peserta UMKM ini bisa nyaman, merasa dilindungi oleh KADIN dan ASPERASI   sebagai wadahnya mereka (pelaku UMKM), itu yang menjadi pemikiran kita, ujar Iwa kepada Ketua ASPERASPI beserta jajaran yang hadir.

Seperti juga  kita dengar terutama antar Event Organizer (EO) di bawah ada gesekan , kita berharap masalah ini bisa diselesaikan, supaya kita pelan-pelan bisa menyelesaikan permasalahan ini, tutur Iwa.

Membuka Pembicaraan, Ketua DPD ASPERAPI Jabar, Dede Koswara menyampaikan bahwa bahwa ASPERAPI adalah wadah asosiasi yang menampung teman-teman yang kiprahnya di industri MICE.  Pameran ini sebenarnya adalah kegiatan promosi yang memang nilainya jauh, tidak hanya sekedar promosi tapi juga adanya pertemuan.  Jadi ketika kita mengemas sebuah pameran itu harus tujuannnya adalah memberikan dampak yang bermanfaat dan memuaskan bagi semua pihak termasuk Event Organizer (EO) terutama untuk peserta.

Salah satu even pameran Inacraft sudah diselenggarakan sebanyak 21 kali, rutin sekali dalam setahun.  Kebutuhan area untuk pameran Inacraft 35.000 meter persegi.  Seandainya diakomodir itu sangat bagus.  Ini kebutuhan Inacraft tapi tidak bisa mencukupi karena batas maksimal JCC hanya 25 meter persegi, artinya 10 meter persegi ini tidak terakomodir.   Ini sangat disayangkan karena para peserta yang ikut disana mereka menegluarkan biaya cukup tinggi sekitar 20 juta, tapi nilai 20 juta itu tidak ada apa-apanya dibandiingkan dengan keuntungan yang mereka peroleh dalam pameran. Pameran-pameran seperti inilah yang diharapkan diadakan di Jawa Barat.   Sayangnya di Jawa Barat ini tidak memiliki gedung convention seperti itu, ujar Dede.

Selanjutnya Dede Koswara mengatakan, ada lahan di jalan Pahlawan no. 72 , inginnya dalam perencanaan peruntukan lahan tersebut melibatkan ASPERAPI yang sudah mempunyai konsep untuk membuat gedung convention yang memberikan manfaat  dan multiplier effect  bagi masyarakat dan usaha sekitar.

Kebersamaan antara DPD ASPERAPI Jawa Barat dengan KADIN Kota Bandung serta pihak-pihak terkait diperlukan agar industri MICE di Jawa Barat ini bisa dikembangkan.  Khususnya sektor MICE itu targetnya wisatawan itu bukan wisatawan Leisure tapi wisatawan bisnis.  Sementara perbandingan wisatawan leisure dengan bisnis adalah 1 : 7, jelas Dede Koswara.

Menanggapi hal itu Iwa Gartiwa menuturkan , kami melihat bahwa multiplier effect ini sangat luar biasa, mudah-mudahan kita segera blow up bagaimana supaya adanya gedung convention itu suatu kebutuhan, terutama kita inginnya di Kota Bandung, sebagai ibukota dan Hubnya Provinsi Jawa Barat, semoga semua ini bisa dikembangkan.

Lebih lanjut Iwa menyatakan saat ini kita harus lebih menggaungkan kembali bahwa salah satu kebutuhan yang urgent sebetulnya manakala ingi meningkatkan perekonomian Jawa Barat, salah satunya adalah tempat convention ini harus ada di Kota Bandung.  Itu yang terus kita gulirkan, kita harus menggelindingkan terus, apalagi multiplier effect dari MICE ini luar biasa, karena sekarang yang namanya tourism ini salah satunya dari pebisnis.

Arthapark itu sekitar 17 hektar, seberapa bagian dibuat untuk gedung convention sudah bisa memberikan multiplier effect.  Apakah para pengembangan itu tidak mengerti industri MICE sehingga mereka tidak tertarik pada gedung convention, tutur Iwa .   Kita juga harus memberikan gambaran kepada para pengembang seperti apa bisnis MICE itu, oleh ASPERAPI bisa dilakukan dengan metoda membuat event-event nasional dan internasional, sehingga mereka lebih paham dan sebetulnya investasi di bisnis MICE ini juga menguntungkan, tutur Iwa.

Sementara itu Wakil Ketua Bidang Pariwisata Kadin Kota Bandung, Herwianto Muchtar menyampaikan bahwa Kadin Kota Bandung ini adalah rumah besarnya dunia usaha di Kota Bandung, jadi kita semua berkumpul para pelaku usaha termasuk  juga para anggota-anggota luar biasa  (ALB). dan kita rutin mengundang ALB-ALB untuk mengadakan kajian dan diskusi-diskusi .

Kita juga di Kadin Kota Bandung setiap hari Senin dan Kamis selalu ada acara untuk para pelaku usaha terutama UMKM, dan sebagai pelengkap barangkali ASPERAPI nanti ada acara dengan anggota atau apa , di Kadin ada Aula, kita wellcome sekali, silahkan dipakai, ini untuk sepenuhnya dunia usaha di Kota Bandung, ucap Herwin.

Herwin juga mengatakan potensi MICE ini luar biasa, sangat besar sekali, kita banyak bisa mencreate, bisa tawarkan bisnis memang benar-benar untuk meningkatkan PAD jauh lebih teras.   Memang ada beberapa permasalahan seperti yang sudah disampaikan Ketua  tadi tentang pelaku UMKM binaan-binaan kita, ini sekedar teknis, ada di pameran disini tetapi tidak boleh ikut pameran disana, mengapa tidak boleh mengikuti pameran disana padahal sebenarnya pada dasarnya tidak jadi masalah. ini yang kita mohon juga ke asperapi mengapa bisa seperti itu, apakah ada aturan atau tidak, kemudian menyangkut Gedung Convention kita sama sama menunggu berharap semoga memang ada sarana untuk convention exchibition di Kota Bandung ini, Bandung kurang apa sih dengan lokasinya yang sangat strategis, potensinya yang luar biasa, kita dengan Kadin kedepan ,mudah mudahan area jalan pahlawan No.72 bisa segera diperuntukan bagi area convention dan exchibition di Kota Bandung, secara pribadi sudah mensurvei dan mendapatkan informasi bahwa area tersebut malah buat pasar kreatif bahkan dari DISBUDPAR Jawa Barat samapai study Bandung ke Kucap yang ujung ujungnya untuk menerapkan hal tersebut di area Jl pahlawan no. 72, untuk itu jangan sampai kita ketinggalan informasi dan berharap ini bisa mengakomodis semua bisnis MICE di kota bandung dan jawa barat, ucap Herwin.

 

 

 

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here